KADIS KESEHATAN: KOTA ENDE SIAGA DBD - Informasi Kesehatan Ende
Berita Dinkes :
Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » KADIS KESEHATAN: KOTA ENDE SIAGA DBD

KADIS KESEHATAN: KOTA ENDE SIAGA DBD

Written By Unknown on Selasa, 11 Juni 2013 | 07.49

Saat ini Kota Ende telah ditetapkan sebagai daerah siaga Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, warga Kota Ende perlu waspada terhadap DBD karena sanitasi lingkungan yang kurang terjaga. Hal ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Agustinus Ngasu di ruang kerjanya, Jumat (9/12/2011), Agustinus mengatakan, jika sebelumnya daerah rawan hanya kawasan tertentu, saat ini seluruh wilayah kota dinyatakan rawan DBD. 
Selain berhubungan erat dengan masalah sanitasi atau kebersihan lingkungan, kata Agustinus, krisis air yang melanda warga Kota Ende pun andil terhadap munculnya penyakit tersebut. “ Air sekarang susah, sehingga masyarakat tampung air di wadah-wadah seperti bak, drum, ember, dan lainnya. Air tampungan biasanya menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk DBD, ”ungkap Agustinus. Dikatakannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende sebagai pelaksana teknis di lapangan telah menyiapkan antisipasi penanganan jika terjadi wabah DBD. Persedian obat untuk pencegahan DBD seperti abate mencukupi. Agustinus mengimbau agar masyarakat membersihkan lingkungan yang kotor dan menutupi wadah tampungan air secara baik. Ia juga mengingatkan masyarakat jika mengalami gejala DBD, secepatnya memeriksakan diri kepada petugas medis dan mendatangi sarana kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. “ Hingga saat ini belum ada laporan dari RSUD Ende maupun puskesmas tentang penyakit yang menonjol, baik diare maupun DBD, ”ujarnya. Selain DBD, kata Agustinus, Kabupaten Ende secara keseluruhan merupakan daerah endemik malaria. Wilayah yang paling tinggi masyarakatnya diserang malaria adalah Kecamatan Nangapanda. Di Nangapanda sarang nyamuk malaria berada di muara sungai. “ Mungkin di wilayah lain penyakit malaria juga tinggi, tapi belum dilakukan penelitian, kalau di Nangapanda indikatornya jelas, sebab sebelumnya telah ada penelitian dari Fakultas Kedokteraan Universitas Indonesia,” katanya. Ia menambahkan penyakit malaria yang dominan diderita masyarakat Ende, yakni malaria Vivax.(adm,pt)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Dinkes Ende Website | PAG Template | LPG Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Informasi Kesehatan Ende - All Rights Reserved
Original Design by Dinkes Website Modified by PAG